Puluhan Gereja Dunia akan Gencarkan Misi Melalui Online

18 01 2009

Puluhan gereja-gereja di seluruh dunia berencana untuk ikut serta dalam sebuah penjelajahan misi khusus dengan tujuan untuk membawa Kristus ke seluruh dunia melalui dunia cyber.

Hampir 2000 orang remaja belasan tahun telah mendaftarkan diri untuk mengikuti “Online Mission Trip” guna menggempur situs-situs pertemanan yang popular dengan kisah mengenai Tuhan.

Dalam dua minggu ini kami mempunyai kesempatan untuk menggempur Facebook, MySpace, YouTube, Twitter, apa pun jenis tempat-tempat pertemanan yang dikunjungi secara online, dengan Injil Yesus Kristus,”jelas Tim Schomoyer, organisator misi penjelajahan tersebut yang juga merupakan pastor pemuda di Gereja Perjanjian Alexandria di Minnesota, dalam sebuah video promosi misi penjelajahan.

Dari tanggal 1-14 Februari, para pelajar dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Bermuda dan di tempat-tempat lainnya akan menggunakan kekuatan internet untuk dapat saling mensharingkan tentang Kristus dengan orang banyak, bukan hanya kepada orang-orang di sisi lain dunia melainkan juga di jalan-jalan dan dengan teman-teman mereka di sekolah.

Pada pelatihan pra “penjelajahan” akan diberikan cara tentang bagaimana cara yang efektif untuk menyampaikan pesan tentang Kristus dengan menggunakan jaringan pertemanan yang akan dimulai tanggal 11 Januari dan dilanjutkan sampai 31 Januari.

Selama “penjelajahan,”para peserta akan mengupload video dan foto, jaringan pos, dan mengupdate nya untuk dapat membagikan apa yang Tuhan telah lakukan dalam kehidupan mereka. Para peserta juga akan menuliskan catatan, mengirim ke blogspot, membuat undangan untuk kelompok kaum muda mereka , dan melakukan banyak hal lainnya yang dapat membantu penyampaian tentang Tuhan dalam sebuah percakapan online.

Percakapan online, bagaimana pun hanyalah suatu langkah awal. Tujuannya sendiri adalah untuk membawa orang-orang ke dalam suatu diskusi tatap muka. Penjangkauan lebih luas lagi akan dimulai pada 15 Januari dan akan mencakup sederet empat serial bebas dari Lifechurch.tv, berjudul “What’s Next?”

Selanjutnya, anda juga dapat menggunakan beberapa kegiatan, seperti kegiatan di Facebook untuk mengundang teman-teman anda agar datang ke kelompok kecil atau kelompok pemuda,”ujar Schmoyer.

Gereja Perjanjian Alexandria, misalnya, yang akan menggunakan kurikulum bagi kaum muda “Gospel Journey Maui” melalui ministri kepemudaan yang populer Dare 2 Share serta mengirimkan undangan ke sejumlah besar orang muda di dalam area tersebut untuk mendiskusikan tentang apa yang Kristiani percayai dan mengapa, dan tentang apa yang dipercayai oleh kepercayaan lainnya.

Setelah selesai kurikulum “penjelajahan” di Gereja Perjanjian Alexandria kemudian akan dibuatkan catatan untuk rentang waktu Sembilan minggu kemudian setelah berakhirnya perjalanan misi.

Schmoyer mengungkapkan harapannya agar lebih banyak orang lagi yang mendaftar untuk penjelajahan tersebut sebelum acara dimulai pada Februari karena baru-baru ini Dare 2 Share telah mengirimkan sebuah email istimewa kepada sekitar 20.000 orang pastor kaum muda, berdasarkan keterangan Gereja Perjanjian Injili.

Iklan




18 01 2009

Gara-gara bersimpati kepada bangsa Palestina, Komite Kompetisi Spanyol menjatuhkan denda sebesar 3.000 euro kepada Frederick Kanoute saat memasukkan gol melawan Deportivo La Coruna dalam pertandingan Copa Del Rey pekan lalu.

Kanoute dihukum lantaran menyibakkan kaos tim dan memamerkan kaos yang dipakai di dalamnya yang bertuliskan Palestina, dalam bahasa Inggris dan Arab, untuk menunjukkan simpati kepada rakyat Gaza. Apalagi penduduk Gaza kini hidup makin menderita setelah gempuran ofensif Israel yang menewaskan ratusan orang.

Menurut The Muslim News, striker dari Mali ini didenda berdasarkan pasal 120, yang melarang pemain untuk mengungkapkan pesan agama atau politik di lapangan. Ia mendapatkan kartu kuning atas tindakannya itu.

Namun begitu, para penggemarnya langsung mengirimkan pesan penuh dukungan terhadap perbuatannya itu. Bahkan Kedubes Palestina di Spanyol mendukung dan menyambut gembira aksinya itu.

Kanoute bukan satu-satunya pemain sepakbola yang menunjukkan dukungan publik untuk orang Palestina.

Mohamed Aboutrika, pemain sepakbola dari Mesir, mengangkat kaos timnya usai menyarangkan gol melawan Sudan dalam Kejuaraan Liga Afrika tahun lalu dan memamerkan kaos bertuliskan ‘Simpati Untuk Gaza’.

Pemain tengah dari Mesir yang memperkuat klub Al Ahly ini baru-baru ini menulis surat terbuka yang berisi dukungan untuk rakyat Palestina dalam situs website Al Ahly.

“Kami ingin membantu semua penduduk Gaza. Saya menyarangkan agar Ahly atau Mesir bermain melawan tim tangguh, dan kemudian kami dapat menggunakan dana yang terkumpul untuk mendukung keluarga para korban Palestina. Kami membutuhkan Ahly, Asosiasi Sepakbola Mesir atau segala badan swasta yang berinisiatif mengorganisir peristiwa seperti ini. Saya akan memakai kaos ini setiap hari bila itu adalah solusinya. Saya menyerukan kepada semua orang Mesir dan muslim di seluruh dunia untuk berdoa untuk kepentingan bangsa Palestina,” demikian isi tulisan Aboutrika pada situs Al Ahly. Baca entri selengkapnya »





Upaya untuk menyelesaikan krisis Palestina

18 01 2009

Upaya untuk menyelesaikan krisis Palestina terus dilakukan oleh kalangan dunia Islam. Presiden Palestina Mahmoud Abbas berinisiatif untuk mempertemukan Hamas dan Fatah, dua kubu utama Islam Palestina yang berseberangan, untuk sama-sama berdialog. Abbas meminta Presiden Mesir Husni Mobarak untuk memfasilitasi dialog tersebut.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Amrou Musa menyambut baik upaya Presiden Abbas. Dalam waktu dekat Musa akan segera mengontak para petinggi negara-negara Arab seperti Mesir, Suriah, Saudi, Yaman, Qatar, dan beberapa pihk lainnya guna ikut serta menyukseskan dialog tersebut. Demikian diberitakan surat kabar Timur Tengah terkemuka, Alhayat (7/6). Baca entri selengkapnya »





Penduduk Israel Gembira Menonton Aksi Militer Yang Dilakukan Tentaranya

12 01 2009

Invasi biadab Israel ke jalur Gaza memasuki hari ke-17.  Selama itu, ratusan nyawa penduduk Gaza menjadi korban kebiadaban mereka.  Ribuan lainnya ikut merasakan penderitaan akibat luka-luka yang mereka alami. Namun di seberang wilayah mereka, di Israel, para penduduknya dengan gembira menonton setiap aksi yang dilancarkan oleh militer Israel ke wilayah Gaza.  Tanpa perasaan iba, mereka menghabiskan waktunya berada di dekat perbatasan untuk dapat menyaksikan peristiwa keji tersebut secara langsung.

Mereka menaiki perbukitan-perbukitan guna melihat langsung asap hitam yang membumbung ke awan hasil gempuran tentara Israel di Gaza.

Warga Israel nampak menikmati kondisi ini. Mereka pun mendukung tentara Israel untuk terus menyerang Gaza. Kemarin sejumlah warga Israel yang menyaksikan pertempuran di Gaza melakukan konvoi kendaraan di jalan-jalan sambil membawa bendera negaranya setelah sebelumnya berkumpul di sebuah bukit di Ashkelon untuk menikmati pemandangan asap hitam dan pesawat-pesawat tempur yang berputar di atas Gaza. Sungguh biadab!